Scroll to top

Over Kapasitas, Bupati Afni Prihatin Rutan IIB Siak

Author
By administrator
01 Mei 2026, 15:46:05 WIB Riau
Over Kapasitas, Bupati Afni Prihatin Rutan IIB Siak

GEGAS || SIAK SRI INDRAPURA  — Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Siak kian memprihatinkan akibat lonjakan penghuni yang jauh melampaui kapasitas ideal. 


Demikian disampaikan Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli secara terbuka di sela sela mengunjungi Rutan Kelas II itu bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis kemarin (30/4/2026).


Dalam kunjungan itu terungkap, kondisi Rutan Kelas IIB  kini sudah over kapasitas. Rutan yang seharusnya hanya menampung 176 orang kini dihuni sekitar 591 warga binaan, terdiri dari 212 tahanan dan 379 narapidana. Angka ini menunjukkan tingkat kelebihan kapasitas lebih dari tiga kali lipat, yang dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan serius, mulai dari keamanan hingga kualitas pembinaan.


“Kondisinya sudah sangat penuh dan tidak lagi ideal. Ini akan kami sampaikan ke kementerian terkait agar ada langkah konkret, baik pembangunan rutan baru maupun solusi jangka panjang lainnya,” tutur Afni.


Kunjungan tersebut sejatinya dijadwalkan bersama rombongan Komisi III DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk memastikan kondisi lapangan. Namun, rombongan urung hadir karena agenda mendadak. Meski demikian, peninjauan tetap dilakukan untuk melihat langsung realitas di lapangan.


Afni juga menyoroti lokasi rutan yang berada di tengah permukiman padat penduduk. Menurut dia, kondisi tersebut tidak lagi relevan dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru di masyarakat sekitar. “Letaknya tidak memungkinkan untuk dikembangkan. Ini harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.


Keprihatinan yang sama diungkapkkan Dedy Krihastoni,Kepala Rutan Kelas IIB Siak. Diakuinya, kondisi over kapasitas telah berlangsung lama dan semakin sulit dikendalikan. Dengan total 15 kamar hunian, ditambah fasilitas terbatas seperti tiga ruang tahanan khusus dan dua kamar lansia, kepadatan di dalam sel menjadi tidak manusiawi.


“Di dalam sel, warga binaan bahkan tidak semuanya bisa berbaring. Ada yang harus tidur bergantian dalam posisi duduk atau berdiri,” beber Dedy.



Sebagai langkah darurat, pihak rutan rutin memindahkan narapidana dengan masa hukuman panjang ke lembaga pemasyarakatan di Pekanbaru dan Bangkinang. Namun, kebijakan ini hanya bersifat sementara karena jumlah penghuni terus bertambah.


Kondisi semakin kompleks saat momen hari besar keagamaan, di mana keterbatasan ruang memaksa sistem kunjungan keluarga dilakukan secara bergantian. Situasi ini dinilai tidak ideal, baik bagi warga binaan maupun keluarga mereka.


Dia berharap, pemerintah daerah dapat menghibahkan lahan untuk pembangunan rutan baru.


Bak gayung bersambut, harapan itu ditangkapi langsung Bupati Siak Afni. Dikatakannya, pemerintah Kabupaten Siak siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan penyediaan lahan baru. Apalagi, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan disebut telah membuka peluang dukungan anggaran jika lahan tersedia.


Dengan luas wilayah dan dinamika kriminalitas yang terus berkembang, keberadaan fasilitas pemasyarakatan yang layak dinilai menjadi kebutuhan mendesak. 


Pembangunan rutan baru diharapkan tidak hanya mengatasi over kapasitas, tetapi juga meningkatkan keamanan, ketertiban serta kualitas pembinaan bagi warga binaan ke depan. * (rls/Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar