GEGAS.CO || PEKANBARU - Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menilai Tim Kampanye Daerah (TKD) ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres/Cawapres) tidak memahami isu lingkungan. Sehingga mereka menolak hadir dalam diskusi yang ditaja Jikalahari.
"Tentu ini mengecewakan bagi kita dan semua peserta yang telah hadir. Kami melihat mereka tidak siap dan tidak paham dengan isu lingkungan yang ada dalam visi dan misi capresnya," kata Okto Yugo Setiyo, Wakil Koordinator Jikalahari.
Sebelumnya, dua dari tiga TKD Riau capres-cawapres mengirimkan nama perwakilan untuk hadir dan satu menyatakan tidak bisa hadir dalam diskusi. Diskusi ini dilakukan jelang debat keempat.
Debat keempat sangat penting karena mengangkat tema yang selama ini menjadi kerja-kerja Jikalahari, Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup, Sumber daya Alam dan Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.
Padahal, masyarakat Riau khususnya aktivis lingkungan ingin melihat sejauh mana pemahaman TKD Riau memahami visi misi capres dan cawapres mereka.
Kedua, harapannya TKD bisa menyampaikan ke setiap capres-cawapres atas respon dari peserta, termasuk catatan kerja-kerja Jikalahari dan jaringan masyarakat.
Menurut Okto, fakta dan persoalan lingkungan hidup di Riau antara lain; El Nino dan Karhutla, banjir, korupsi kehutanan, penegakan hukum sektor sumber daya alam, konflik satwa dan sosial, konflik agraria, ekonomi hijau, dan ruang kelola masyarakat.
Peserta yang hadir untuk diskusi ini juga menyampaikan kekecewaannya terhadap TKD dan TPD yang tidak hadir. Mereka hadir di sini memang meluangkan waktu untuk mendengarkan TKD menyampaikan isu- isu lingkungan yang selama ini diadvokasi oleh Jikalahari, misalnya soal banjir, karhutla lalu yang sering kita gaungkan juga bagaimana sawit dalam kawasan.
“Tapi dengan ketidakhadiran ketiga TKD tentu membuat kita kecewa. Kita mencurigai bahwa sebetulnya agenda lingkungan dalam kampanye-kampanye para paslon ini itu hanya lips service semata tidak ada keseriusan untuk betul-betul menyelesaikan persoalan yang ada di Riau," kata Besta, Perkumpulan Elang.
Kekecewaan sama juga disampaikan Bahrul dari Kabut Riau. “Kita sangat kecewa, ketidakhadiran mereka memperlihatkan kekompakan dari ketiga tim kampanye pemenangan daerah ini. Sayangnya kompak untuk tidak hadir. Apakah ketidakhadiran berkaitan bahwa mereka. bagian dari oligarki, dan bagian dari kerusakan lingkungan?" pungkasnya dengan nada bertanya.
Perwakilan mahasiswa pecinta alam yang hadir juga memberikan komentar soal tidak hadirnya TKD Riau. "Saya awalnya sangat antusias dan tertarik untuk undangan. Karena yang disampaikan dalam undangan itu untuk mendapatkan tambahan kejelasan terkait isu ekologis. Harapannya jika mereka datang kami dapat wawasan lebih. Tapi sayangnya mereka tidak hadir disini, ya dari kami jujur cukup kecewa,” ujar Farhan, Ketua EMC2. * (rls/Azfa)
